image article
28 November 2025
Karakteristik Virologis Dengue dan Mekanisme Ekspresi Antigen NS1 pada Infeksi Primer dan Sekunder

Virus dengue (DENV) merupakan virus RNA beruntai tunggal dari genus Flavivirus, terdiri dari empat serotipe (DENV-1–4). Penyakit dengue menimbulkan beban kesehatan yang signifikan terutama di negara tropis, termasuk Indonesia. Untuk memahami perjalanan penyakit, aspek virologis dan dinamika protein virus menjadi kunci. Salah satu protein yang sangat penting adalah Non-Struktural Protein 1 (NS1), sebuah glikoprotein yang dilepaskan secara aktif ke dalam sirkulasi selama fase akut infeksi. NS1 terbukti menjadi biomarker yang efektif untuk mendeteksi infeksi dengue sejak hari pertama gejala, bahkan sebelum antibodi IgM dan IgG terdeteksi. Pemahaman tentang mekanisme ekspresinya pada infeksi primer dan sekunder sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnosis serta pengambilan keputusan klinis secara cepat.

1. Struktur dan Replikasi Virus Dengue

Virus dengue memiliki genom RNA positif yang menyandikan satu poliprotein besar. Poliprotein ini terbelah menjadi protein struktural dan non-struktural, termasuk NS1. Protein NS1 memiliki beberapa bentuk:

  • Monomer di retikulum endoplasma
  • Dimer di permukaan sel terinfeksi
  • Heksamer yang disekresikan ke dalam plasma darah

Heksamer NS1 inilah yang banyak digunakan dalam pengembangan antigen-based rapid test karena konsentrasinya yang tinggi pada fase viremia awal.

2. Ekspresi NS1 pada Infeksi Primer dan Sekunder

A. Infeksi Primer

Pada infeksi pertama, tubuh belum memiliki antibodi spesifik terhadap dengue. Akibatnya:

  • Kadar NS1 berada lebih tinggi
  • Deteksi NS1 dapat berlangsung hingga hari ke-7
  • Sensitivitas uji NS1 cenderung lebih tinggi

Ini menjadikan NS1 sebagai penanda ideal untuk diagnosis dini pada infeksi primer.

B. Infeksi Sekunder

Pada infeksi ulang, antibodi silang dari infeksi sebelumnya dapat membentuk kompleks imun dengan NS1. Konsekuensinya:

  • NS1 bebas dapat terdeteksi dalam waktu lebih singkat
  • Namun kadar awal NS1 tetap tinggi dalam 1–3 hari pertama demam
  • Kombinasi deteksi NS1 dengan antibodi (IgM/IgG) meningkatkan akurasi

Perbedaan ini penting untuk interpretasi hasil uji cepat maupun pemeriksaan laboratorium.

3. Signifikansi NS1 dalam Diagnosis dan Patogenesis

A. Penanda Diagnostik

NS1 dapat terdeteksi sejak hari pertama demam dan menjadi indikator penting untuk:

  • Diagnosis dini
  • Triase klinis
  • Monitoring infeksi akut

Deteksi dini memungkinkan intervensi suportif cepat, seperti pemantauan hematokrit dan keseimbangan cairan.

B. Peran Patogenetik NS1

NS1 tidak hanya sebagai penanda, tetapi juga terlibat dalam patogenesis dengue melalui:

  • Aktivasi komplemen
  • Gangguan integritas endotel
  • Peningkatan permeabilitas vaskular

Hal ini berkontribusi pada terjadinya kebocoran plasma, tanda khas dengue berat.

4. ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette (Whole Blood/Serum/Plasma)– Solusi untuk Deteksi Akurat pada Fase Awal

Untuk mendukung diagnosis cepat dan akurat, tersedia alat uji berbasis antigen–antibodi seperti ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette (Whole Blood/Serum/Plasma)

 

Keunggulan ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette (Whole Blood/Serum/Plasma):

  • Prinsip yang digunakan immunoassay kromatografi cepat: Memudahkan pengguna untuk membaca hasilnya melalui garis warna yang terbentuk dalam waktu cepat
  • Produk mempunyai sertifikasi dari CE dan memiliki izin edar AKL KEMENKES RI 
  • Masa kedaluwarsa 2 tahun sejak tanggal produksi
  • Dapat menggunakan 3 jenis sampel darah yaitu darah utuh, serum, dan plasma sehingga pengguna dapat memilih sampel darah sesuai ketersediaan
  • Hasil dapat diinterpretasi pada 10 menit (singkat): Pengguna dapat menentukan tindakan segera selanjutnya merujuk pada hasil yang muncul.
  • Produk ini telah melewati uji klinis dan didapatkan hasil:
  1. Tes IgG/IgM : sensitifitas 95.7%, spesifisitas >99.9% dan akurasi 99.3%
  2. Tes NS1 : sensitifitas 95.8%, spesifisitas 96.2% dan akurasi 96.1% 
  • Mampu mendeteksi dengan baik keberadaan antibodi IgG/IgM dan NS1 dalam darah utuh, serum, atau plasma terhadap virus Dengue
  • Tersedia 1 botol buffer untuk 20 tes
  • 1 boks berisi:
  1. Kaset tes
  2. Pipet kapiler plastic
  3. 1 botol buffer
  4. Insert Pack

Pemahaman mengenai karakteristik virologis dengue dan dinamika ekspresi NS1 memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam strategi diagnosis dini. NS1 memiliki keunggulan sebagai biomarker fase akut pada infeksi primer maupun sekunder, meskipun dinamika deteksi berbeda pada kedua kondisi tersebut. Selain nilai diagnostiknya, NS1 juga berperan dalam patogenesis kebocoran plasma, menjadikan protein ini kunci baik dalam aspek klinis maupun biomedis.

Penerapan uji diagnostik yang menggabungkan deteksi NS1 dan antibodi, seperti ACCU-TELL® Dengue IgG/IgM/NS1 Combo Cassette (Whole Blood/Serum/Plasma), dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan membantu tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan tepat waktu untuk mencegah komplikasi dengue berat.

Daftar Pustaka

  1. Guzman, M. G., & Harris, E. (2015). Dengue. The Lancet, 385(9966), 453–465.
  2. Young, P. R., Hilditch, P. A., Bletchly, C., & Halloran, W. (2000). An antigen capture enzyme-linked immunosorbent assay reveals high levels of the dengue virus protein NS1 in the sera of infected patients. Journal of Clinical Microbiology, 38(3), 1053–1057.
  3. Muller, D. A., & Young, P. R. (2013). The flavivirus NS1 protein: Molecular and structural biology, immunology, role in pathogenesis and application as a diagnostic biomarker. Antiviral Research, 98(2), 192–208.
  4. World Health Organization. (2020). Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. WHO Press.
  5. Libraty, D. H., et al. (2002). High circulating levels of the dengue virus nonstructural protein NS1 early in dengue illness correlate with the development of dengue hemorrhagic fever. Journal of Infectious Diseases, 186(8), 1165–1168.
Tag
Dengue
Bagikan
Artikel Terkait