image article
13 February 2026
Produktivitas Turun? Waspadai Ketosis pada Sapi Perah

Ketosis merupakan salah satu penyakit metabolik yang sering terjadi pada sapi perah, terutama pada masa transisi dan awal laktasi. Gangguan ini tidak selalu mudah terlihat secara klinis, tetapi dapat menyebabkan penurunan produksi susu signifikan, gangguan reproduksi, dan biaya perawatan yang meningkat bagi peternak.

 

1. Apa itu Ketosis pada Sapi Perah?

Ketosis terjadi ketika sapi dalam keadaan energi negatif, yaitu kebutuhan energi untuk produksi susu melebihi asupan energi dari pakan. Akibatnya, tubuh sapi memecah cadangan lemak untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, sehingga terjadi peningkatan kadar keton tubuh (seperti β-hydroxybutyrate atau BHBA) dalam darah, urin, dan susu.

Dua bentuk ketosis yang dikenal dalam manajemen peternakan:

  • Subklinis: tanpa gejala jelas namun kadar keton tinggi.
  • Klinis: dengan gejala seperti penurunan nafsu makan, penurunan produksi susu, dan penurunan kondisi tubuh.

 

2. Dampak Ketosis terhadap Produktivitas

Ketosis berdampak langsung pada produksi sapi perah. Penelitian menunjukkan sapi dengan kadar keton tinggi mengalami:

  • Penurunan produksi susu dan perubahan komposisi susu (misalnya peningkatan kadar lemak dan penurunan protein).
  • Gangguan pencernaan dan penurunan penyerapan nutrisi, yang berdampak pada kesehatan umum ternak.
  • Risiko komplikasi lain seperti metritis, mastitis, dan gangguan reproduksi lebih tinggi.

Dalam banyak kasus, ketosis subklinis bisa mencapai angka prevalensi yang tinggi, sering kali tanpa disadari oleh peternak karena tidak menunjukkan gejala yang mencolok sehingga hanya dapat dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium.

 

3. Pentingnya Pemeriksaan Ketosis yang Tepat

Deteksi dini ketosis sangat penting untuk:

  • Mengidentifikasi sapi yang membutuhkan intervensi nutrisi atau perawatan;
  • Mencegah penurunan produksi susu yang berkepanjangan;
  • Mengurangi biaya perawatan akibat komplikasi lanjutan.

 

4. Pemeriksaan Ketosis dengan Alat POCT: MultiSure GK


Menggunakan alat MultiSure GK Blood Glucose Test and Ketone Monitoring System dapat membantu pemeriksaan keton darah dengan sampel kecil (0,8 µL) dalam waktu yang singkat (8 detik). Alat ini mudah digunakan hanya menggunakan strip tes.

Alat POCT portabel ini memungkinkan pemeriksaan atau monitoring kadar keton secara cepat di lokasi ternak tanpa perlu rujukan laboratorium, sehingga dapat membantu peternak dan dokter hewan dalam mengambil keputusan perbaikan nutrisi atau intervensi klinis lebih awal.

 

5. Strategi Pencegahan dan Manajemen

Selain pemeriksaan, strategi penting untuk mitigasi ketosis meliputi:

  • Perencanaan nutrisi yang tepat, terutama masa transisi dan awal laktasi;
  • Pemantauan kondisi tubuh (BCS) secara rutin;
  • Tingkatkan asupan energi dengan konsentrat atau suplemen glukosa precursors untuk sapi risiko tinggi;
  • Evaluasi manajemen pakan dan stres untuk menjaga keseimbangan energi.

 

6. Kesimpulan

Ketosis pada sapi perah merupakan masalah metabolik yang sering tersembunyi namun berpotensi besar menurunkan produktivitas susu. Evaluasi rutin dengan pemeriksaan keton darah, termasuk penggunaan alat pemeriksaan cepat seperti MultiSure GK, dapat membantu deteksi dini, mempercepat intervensi, serta mencegah kehilangan produksi yang lebih besar. Dengan pendekatan deteksi dan manajemen yang tepat, produktivitas sapi perah dapat tetap optimal dan peternak lebih siap menghadapi tantangan metabolik di peternakan modern.

 


Referensi

  1. Duffield TF, Lissemore KD, McBride BW, Leslie KE. Impact of hyperketonemia in early lactation dairy cows on health and production. Journal of Dairy Science. 2009;92(2):571–580.
  2. McArt JAA, Nydam DV, Oetzel GR. Epidemiology of subclinical ketosis in early lactation dairy cattle. Journal of Dairy Science. 2012;95(9):5056–5066.
  3. Ospina PA, Nydam DV, Stokol T, Overton TR. Evaluation of nonesterified fatty acids and beta-hydroxybutyrate in transition dairy cattle: Critical thresholds for prediction of clinical diseases. Journal of Dairy Science. 2010;93(2):546–554.
  4. Suthar VS, Canelas-Raposo J, Deniz A, Heuwieser W. Prevalence of subclinical ketosis and relationships with postpartum diseases in dairy cows. Journal of Dairy Science. 2013;96(5):2925–2938.
  5. Ježek J, Cincović MR, Nemec M, Belić B, Starič J. Beta-hydroxybutyrate in milk as a screening test for subclinical ketosis in dairy cows. Polish Journal of Veterinary Sciences. 2017;20(3):507–512.
Tag
Keton
Gula Darah
Bagikan
Artikel Terkait